Pengertian BLDC
Motor
Anda
memiliki beberapa pilihan ketika datang untuk menentukan mana motor yang Anda
perlukan untuk aplikasi apa pun atau proyek Anda, dan pilihan Anda akan
tergantung pada berbagai faktor. Beberapa masalah yang Anda perlu
mempertimbangkan untuk motor Anda adalah biaya, jumlah daya yang Anda butuhkan
dan berapa lama Anda membutuhkannya. Jika Anda memiliki proyek atau aplikasi di
mana Anda hanya perlu sebuah motor untuk penggunaan jangka pendek, Anda dapat
memilih yang lebih murah yang dapat aus lebih cepat. Jika pekerjaan Anda mengharuskan
motor yang akan berlangsung selama mungkin, Anda mungkin ingin mempertimbangkan
motor BLDC.
Motor dc tanpa
sikat atau disebut Brushless DC Motor. Brushless DC Motor adalah suatu jenis
motor-sinkron. Artinya medan magnet yang dihasilkan oleh stator dan medan
magnet yang dihasilkan oleh rotor berputar di frekuensi yang sama. BLDC motor
tidak mengalami Slip, tidak seperti yang terjadi pada motor induksi biasa. Motor jenis ini mempunyai permanen
magnet pada bagian "rotor" sedangkan elektro-magnet pada bagian
"stator"-nya. Setelah itu, dengan menggunakan sebuah rangkaian
sederhana (simpel computer system), maka kita dapat merubah arus di
eletro-magnet ketika bagian "rotor"-nya berputar.
Motor
Brushless Direct Current( BLDC) adalah salah satu jenis motor yang cepat
populer. BLDC motor digunakan di dunia industri seperti Permobilan, Atmosphere,
Konsumen, Otomasi Medis, Industri dan Peralatan Instrumentasi. Sesuai dengan
namanya, BLDC motor tidak menggunakan sikat atau Brush untuk pergantian medan
magnet(komutasi), tetapi dilakukan secara elektronis commutated. Motor BLDC
mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan DC motor dan Motor induksi
biasa.

gambar. BLDC
Motor
Brushless DC
(BLDC) motor adalah pilihan ideal untuk aplikasi yang memerlukan keandalan yang
tinggi, efisiensi tinggi, dan tinggi power-to-volume rasio. Secara umum, motor
BLDC dianggap motor performa tinggi yang mampu memberikan jumlah besar torsi
pada rentang kecepatan yang luas. BLDC motor adalah turunan dari motor DC yang
paling umum digunakan, DC disikat motor, dan mereka berbagi sama torsi dan
karakteristik kinerja kecepatan kurva. Perbedaan utama antara keduanya adalah
penggunaan kuas. BLDC motor tidak memiliki sikat (maka nama "brushless
DC") dan harus secara elektronik commutated.
Keuntungan
BLDC motor listrik:
Jika Anda masih tidak yakin apakah
motor ini tepat untuk Anda, berikut adalah rincian dasar beberapa keuntungan
utama dari motor BLDC.
- High Speed Operasi - Sebuah motor BLDC dapat
beroperasi pada kecepatan di atas 10.000 rpm dalam kondisi dimuat dan
dibongkar.
- Responsif & Percepatan Cepat - batin rotor
Brushless DC motor memiliki inersia rotor rendah, yang memungkinkan mereka
untuk mempercepat, mengurangi kecepatan, dan membalik arah dengan cepat.
- High Power Density - BLDC motor memiliki torsi
berjalan tertinggi per inci kubik setiap motor DC.
- Keandalan tinggi - BLDC motor tidak memiliki
sikat, yang berarti mereka lebih handal dan memiliki harapan hidup lebih
dari 10.000 jam. Hal ini menghasilkan lebih sedikit kasus penggantian atau
perbaikan secara keseluruhan dan kurang down time untuk proyek Anda.
·
Kecepatan yang lebih
baik untuk melawan karakteristik tenaga putaran
·
Efisiensi tinggi
·
Tahan lama atau usia
pakainya lebih lama
·
Nyaris tanpa suara bila
dioperasikan
1. Konstruksi
Setiap motor
BLDC memiliki dua bagian utama, rotor (bagian berputar) dan stator (bagian stasioner). Bagian
penting lainnya dari motor adalah gulungan stator dan magnet rotor.
a. Rotor
Rotor adalah bagian pada motor yang berputar karena adanya gaya
elektromagnetik dari stator, dimana pada motor DC brushless bagian rotornya berbeda dengan rotor pada motor DC
konvensional yang hanya tersusun dari satu buah elektromagnet yang berada
diantara brushes (sikat) yang
terhubung pada dua buah motor hingga delapan pasang kutub magnet permanen
berbentuk persegi pajang yang saling direkatkan menggunakan semacam “epoxy” dan
tidak ada brushes-nya.

gambar 1.1 Rotor BLDC
Rotor
dibuat dari magnet tetap dan dapat desain dari dua sampai delapan kutub Magnet
Utara(N) atau Selatan(S). Material magnetis yang bagus sangat diperlukan untuk
mendapatkan kerapatan medan magnet yang bagus pula. Biasanya magnet ferrit yang
dipakai untuk membuat magnet tetap. Tetapi dewasa ini dengan kemajuan
teknologi, campuran logam sudah kurang populer untuk digunakan.Benar sekali
magnet Ferrit lebih murah, tetapi material ini mempunyai kekurangan yaitu flux
density yang rendah untuk ukuran volume material yang diperlukan untuk
membentuk rotor.
b. Stator
Stator adalah bagian pada motor yang diam/statis dimana fungsinya adalah
sebagai medan putar motor untuk memberikan gaya elektromagnetik pada rotor
sehingga motor dapat berputar. Pada motor DC brushless statornya terdiri dari 12 belitan (elektromagnet) yang
bekerja secara elektromagnetik dimana stator pada motor DC brushless terhubung dengan tiga buah kabel untuk disambungkan pada
rangkaian kontrol sedangkan pada motor DC konvensional statornya terdiri dari
dua buah kutub magnet permanen.

gambar 1.2 Stator BLDC
Belitan stator pada motor DC brushless
terdiri dari dua jenis, yaitu belitan stator jenis trapezoidal dan jenis
sinusoidal.Yang menjadi dasar perbedaan kedua jenis belitan stator tersebut
terletak pada hubungan antara koil dan belitan stator yang bertujuan untuk
memberikan EMF (Electro Motive Force) balik yang berbeda.
EMF balik sendiri adalah tegangan balik yang dihasilkan oleh belitan
motor BLDC ketika motor BLDC tersebut berputar yang memiliki polaritas tegangan
berlawanan arahnya dengan tegangan sumber yang dibangkitkan. Besarnya EMF balik
dipengaruhi oleh kecepatan sudut putaran motor (ω), medan magnet yang
dihasilkan rotor (B), dan banyaknya lilitan pada belitan stator (N) sehingga
besarnya EMF balik dapat dihitung dengan persamaan :
EMF balik = B.N.1.r.ω
dimana : B = kerapatan
medan magnet yang dihasilkan rotor (Tesla)
N = banyaknya
lilitan pada belitan stator per phasa
1 = panjangnya
batang rotor (m)
r = jari-jari
dalam motor (m)
ω = kecepatan sudut putaran motor (rad) (dimana ω=2πf
Ketika motor
BLDC sudah dibuat, jumlah lilitan pada stator dan besarnya medan magnet yang
dihasilkan nilainya sudah dibuat konstan sehingga yang mempengaruhi besarnya
EMF balik adalah besarnya kecepatan sudut yang dihasilkan motor, semakin besar
kecepatan sudut yang dihasilkan. Perubahan besarnya EMF balik ini mempengaruhi
torsi motor BLDC, apabila kecepatan motor yang dihasilkan lebih besar dari
tegangan potensial pada belitan stator sehingga arus yang mengalir pada stator
akan turun dan torsi pun akan ikut turun, sebagaimana rumus torsi pada BLDC
motor menurut persamaan diatas bahwa besarnya torsi yang dihasilkan motor BLDC
dapat dihitung dengan :
T = Krms. Ф.I (Nm)
Dimana : Krms = tegangan
rata-rata konstan (Volt)
Ф = besarnya fluks
magnet (Tesla)
I = besarnya arus (Ampere)
Karena berbanding lurus dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi torsi
maka kenaikan dan penurunan arus sangat berpengaruh pada besarnya torsi yang
dihasilkan motor BLDC.
c. Axle
Axle atau sumbu adalah batang yang berfungsi sebagai sumbu putar motor,
terpusat pada rotor dan dirangkai bersama rotor.

gambar 1.3 Axle
d. Sensor Hall
Tidak seperti motor DC brushed
komutasi dari motor DC brushless
diatur secara elektronik agar motor dapat berputar, stator harus di-energize secara berurutan dan teratur.
Sensor hall inilah yang berperan dalam mendeteksi pada bagian rotor mana yang
ter-energize oleh fluks magnet
sehingga proses komutasi yang berbeda (enam step komutasi) dapat dilakukan oleh
stator dengan tepat karena sensor hall ini dipasang menempel pada stator.

gambar
1.4 Posisi Hall
Sensor Pada Motor BLDC
Hall sensor ini ditempatkan setiap 120˚ pada jarak antar kutub stator hal
ini bertujuan agar deteksi terhadap vector fluks stator yang dihasilkan akurat
setiap perpindahan komutasi, arus yang mengalir tetap terjaga konstan pada
setiap phasa.
Prinsip kerja hall sensor sendiri membutuhkan arus yang mengalir terus
jika ingin digunakan sebagai pendeteksi fluks magnet. Bila butiran-butiran yang
terdapat pada gambar 1.4 dimisalkan
sebagai gambaran sebagai medan magnet, maka daya elektromagnet dibuat atas
dasar gerakan elektron seperti yang diberikan oleh kaedah tangan kiri Fleming.
Sewaktu daya elektron dibiaskan pada sisi kiri, akibatnya kutub negatif di sisi
kiri dan kutub positifdi sisi yang lain (kanan). Polaritas elektrostatik
bergantung pada yang dialami butir apakah berkutub utara atau berkutub selatan,
dan digunakan untuk menyatakan sinyal pada posisi rotor dalam batas polaritas
magnet. Bila motor DC brushless menggunakan
elemen hall sebagai sensor posisi, maka semua elemen-elemen penting dibuat
dalam bentuk terpadu sesuai. Misalnya, jika level output adalah H untuk kutub
utara, maka level output akan L bila diletakkan pada kutub selatan. Dalam hal
ini ketiga IC hall digunakkan sebagai driver untuk motor BLDC tiga phasa.
e.
Controller dan Inverter (perubah tegangan
DC menjadi AC)
Controller pada motor DC brushless
berperan sangat penting dan dapat dikatakan sebagai penunjang utama operasi
motor DC brushless karena motor DC brushless membutuhkan suatu trigger
pulsa yang masuk ke bagian elektromagnetik (stator) motor DC brushless untuk memberikan pengaturan
besarnya arus yang mengalir sehingga putaran motor dapat diatur secara akurat.
Inverter pada motor DC brushless berperan
untuk mengubah tegangan DC yang masuk controller
menjadi tegangan AC karena jenis motor DC brushless biasanya multipole tiga phase maka dibutuhkan inverter
tiga phasa tegangan DC menjadi AC agar dapat berputar. Berdasarkan kemampuan control power supply, kita dapat memilih
dengan tepat rating tegangan untuk motor yang dibutuhkan. Untuk tegangan 48
volt atau kurang dari itu, biasanya digunakan untuk bidang otomotif, robotic
atau penggerak lengan mekanik kecil. Untuk rating tegangan 100 volt dan lebih dari
itu digunakan dalam bidang otomasi industri dan penggerak alat-alat industri.
2. Prinsip Kerja
Hal yang paling dasar pada prinsip
dasar medan magnet adalah kutub yang sama akan saling tolak menolak sedangkan
apabila berlainan kutub maka akan tarik menarik. Jadi jika kita mempunyai dua
buah magnet dan menandai satu sisi magnet tersebut dengan north (utara) dan yang lainnya south
(selatan), maka bagian sisi north akan
coba menarik south, sebaliknya jika
sisi north magnet pertama akan menolak sisi north yang kedua dan seterusnya
apabila kedua sisi magnet mempunyai kutub yang sama.

gambar
2. Aturan
Tangan Kiri Untuk Prinsip Kerja Motor DC
Pada gambar 5 kita dapat melihat
dua buah magnet pada motor. Rotor adalah sebuah elektro magnet (magnet yang
dihasilkan dari arus listrik) sedangkan sebagai medan magnet digunakan magnet
permanen pada medan statornya dan tidak memiliki lilitan penguat medan magnet.
Jika arus DC mengalir, maka rotor
akan berputar 180 derajat karena perbedaan kutub antara electromagnet.
2.1 Cara Kerja Motor DC Brushless
Melihat prinsip kerja motor DC brushless dan cara kerja system half
bridge pada proses peng-energize-an
koil motor DC brushless maka cara kerja putaran motor DC brushless
sekarang dapat kita gambarkan, skema cara putaran motor DC brushless adalah sebagai berikut :

gambar
2.1.1 Posisi Komutasi Step 1 Dan 2
Komutasi menghasilkan medan putar. Pada step 1, phasa U
dihubungkan ke kutub positif pada bus motor DC brushless Q1, lalu phasa V
dihubungkan ke ground netral(kutub negative baterai) melalui Q4, untuk phasa W
tidak ter-energize, 2 buah vektor fluks dihasilkan oleh phasa U (panah
merah) dan phasa V(panah biru). Jumlah kedua vektor tersebut menghasilkan
vektor fluks pada stator(panah hijau) dimana rotor akan berusaha mengikuti arah
fluks stator tersebut. Pada kondisi ini motor sedang standby untuk
berputar, ketika posisi rotor sudah mencapai posisi tertentu yang diberikan,
maka nilai pernyataan logika pada Hall sensor berubah dari “101” ke “001” dan
pola tegangan baru tercipta pada motor DC brushless(BLDC) dimana phasa V
sekarang tidak ter-energize tetapi phasa W yang sekarang terhubung ke
netral ground(Q6) dimana posisi vector fluks stator(panah hijau) sekarang
berada pada posisi yang ditunjukan gambar step 2.

gambar
2.1.2 Posisi Komutasi Step 3 Dan 4
Kita sekarang dapat menentukan switch(Q) mana saja yang aktif
ketika phasa tertentu yang ter-energize sehingga arah putaran rotor
dapat terlihat. Pada step 3 phasa yang aktif adalah W-V dan posisi
vector fluks stator berada pada posisi tersebut, lanjut ke step 4 phasa
yang aktif adalah U-V dan rotor terus berputar kearah fluks stator pada step
4. (sumber : AVR194 “BLDC motor control using ATmega32M1”)

gambar
2.1.3 Posisi Komutasi Step 5 Dan 6
Pada gambar step 5 dan
step 6 terlihat phasa lain lagi yang ter-energize dan arah
putaran rotor terus mengikuti arah vektor fluks stator yang dihasilkan dan
selanjutnya proses putaran kembali lagi ke step 1. Itulah 6
langkah(step) putaran elektris motor BLDC untuk melakukan 1 putaran penuh
mekanis motor BLDC.
3. Penentuan Parameter(
Berdasarkan Pengujian)

a. metode dua skala b. metode satu skala
Karena motor yang digunakan kecil maka digunakan
metode satu skala. Untuk menentukan harga torsi maka digunakan persamaan.
T = 9.8 x (W2 – W1) x R Nm
Keterangan :
T = Torsi
W2 = Berat Anak Timbangan
W1 = Skala yang terbaca
R = Jari-jari pulley motor
Pengukuran tegangan dan arus
dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu putaran motor, yaitu diatur pada
kecepatan 700, 1000, 1250, 1500 rpm.
Pengukuran dilakukan pada saat
1. Tanpa beban
2. Berbeban I(gerinda dipasang)
3. Berbeban II(gerinda dipasag dan dipakai menggerinda
batu)
Motor yang digunakan adalah
mator yang digunakan pada gerinda dan geringa yang dipakai adalah gerinda yang
sering dipaki dibengkel-bengkel mesin dan las.
Dengan data gerinda sebagai
berikut.
Merk = Resibon
Max speed = 14000 rpm
Diameter = 100 mm
Tebal = 2 mm
Diameter lubang = 16 mm
Berat = 30 gram
Hasil pengukuran

Berbeban I

Berbeban II

Dari hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa
1.
Kecepatan putar
BLDC Motor berbanding terbalik dan linear terhadap kenaikan torsi
2.
Tegangan input
dan arus beban berbanding terbalik dan linear terhadap kenaikan torsi
4. Contoh Soal Perhitungan
1.
Hitung frekuensi suplai yang
diperlukan untuk motor dua belas tiang untuk memutar di (A) 360 rpm, dan (b)
3600 rpm.
2.
Sebuah motor DC brushless memiliki 3
fase dan 4 kutub. Ggl yang dihasilkan adalah 220 V rms sinusoidal pada 1000 rpm
(tegangan rangkaian terbuka saat diuji sebagai generator dengan drive motor).
Menghitung
a.
konstan ggl (V / Rad / s);
b.
torsi konstan (Nm / A) dengan sudut
umpan-balik posisi optimal;
c.
kecepatan / torsi kurva, jika
resistansi per fase adalah 4
d.
frekuensi suplai pada 1000 rpm;
e.
kurva dari daya masukan, daya
keluaran dan efisiensi terhadap torsi, dengan asumsi gesekan dan besi kerugian
adalah nol;
f.
frekuensi dan kecepatan di mana X =
L adalah sama dengan resistansi R,
jika induktansi fase adalah 5 mH;
g.
apa efek pada kurva kecepatan /
torsi yaitu efek dari L> 0 dan L ω> R sebagai peningkatan kecepatan?
3. Sebuah motor DC brushless memiliki 3 fase dan 6
kutub. Torsi elektromagnetik adalah 4 Nm dengan arus 0,5 A rms. Gesekan dan
besi kerugian menghasilkan perlambatan konstan torsi 0,1 Nm. Resistansi dan
induktansi per fase adalah 70 dan 50 mH. Asumsikan umpan-balik posisi optimal.
Menghitung
a.
torsi dan konstanta ggl;
b.
ggl yang dihasilkan untuk kecepatan
600 rpm;
c.
kecepatan motor untuk tegangan
suplai dari 200 V (rms ac per fase) tanpa beban eksternal;
d.
kecepatan, dan efisiensi saat ini
untuk beban eksternal dari 4 Nm dan pasokan
e.
tegangan 200 V ac rms
f.
frekuensi suplai untuk (d)
,dan memeriksa L<R
5. Karakteristik
BLDC
motor adalah suatu jenis motor-sinkron. Artinya medan magnet yang dihasilkan
oleh stator dan medan magnet yang dihasilkan oleh rotor berputar di frekuensi
yang sama. BLDC motor tidak mengalami Slip , tidak seperti yang terjadi pada
motor induksi biasa. Motor
jenis ini mempunyai permanen magnet pada bagian "rotor" sedangkan
elektro-magnet pada bagian "stator"-nya. Kecepatan sinkron bergantung
pada (a) frekuensi tegangan dan (b) jumlah kutub dalam mesin, dengan kata lain
kecepatan motor independen selama beban dalam kemampuan motor.
BLDC Motor bereaksi sangat cepat
terhadap tegangan yang diaplikasikan. Respon yang cepat ini berhubungan dengan
masa rotor yang rendah. Efisiensi motor ini tinggi umumnya di atas 75%.
Kemudian panas pada BLDC Motor ini sebagian besar dihasilkan oleh kumparan
stator. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan. Kekurangan dari BLDC Motor
sendiri ialah torsi start yang rendah dan harganya yang maasih relatife mahal.
6.
Contoh
Aplikasi
Brushless
DC motor yang umum digunakan dalam peralatan kecil di mana kontrol kecepatan yang tepat
sangat diperlukan, seperti dalam disk drive komputer atau di perekam kaset
video, dalam CD, CD-ROM (dll) drive, dan mekanisme dalam kantor produk seperti
fans, laser printer dan photocopiers. Mereka memiliki beberapa keunggulan di
atas motor konvensional. Namun pada transportasi juga digunakan contohnya ialah
penggerak baling-baling pesawat terbang.

gambar 6.1 Penggunaan BLDC Motor pada Sepeda
7.
Pengaturan/Pengendalian Kecepatan
Kendali BLDC adalah melalui rangkaian elektronik sederhana dengan hall
sensor yang menyesuaikan rotasi rotor terhadap stator sehingga aliran arus pada
stator selalu mengikuti arah putar rotor. Controller
harus mengarahkan putaran rotor, controller
memerlukan beberapa cara untuk
menentukan orientasi rotor
/ posisi (relatif terhadap kumparan stator.)
Controller pada motor DC brushless
berperan sangat penting dan dapat dikatakan sebagai penunjang utama operasi
motor DC brushless karena motor DC brushless membutuhkan suatu trigger
pulsa yang masuk ke bagian elektromagnetik (stator) motor DC brushless untuk memberikan pengaturan
besarnya arus yang mengalir sehingga putaran motor dapat diatur secara akurat.
Inverter pada motor DC brushless berperan
untuk mengubah tegangan DC yang masuk controller
menjadi tegangan AC karena jenis motor DC brushless biasanya multipole tiga phase maka dibutuhkan inverter
tiga phasa tegangan DC menjadi AC agar dapat berputar. Berdasarkan kemampuan control power supply, kita dapat memilih
dengan tepat rating tegangan untuk motor yang dibutuhkan. Untuk tegangan 48
volt atau kurang dari itu, biasanya digunakan untuk bidang otomotif, robotic
atau penggerak lengan mekanik kecil. Untuk rating tegangan 100 volt dan lebih
dari itu digunakan dalam bidang otomasi industri dan penggerak alat-alat
industri.
![Description: [2703835038_11edd0c591.jpg]](file:///C:/Users/user/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image028.jpg)
gambar
7.1 Rangkaian Kontrol BLDC Motor
Daftar Pustaka
7. http://www.ti.com/ww/en/motor_drive_and_control_solutions/motor_control_type_brushless_dc_BLDC.html
8. http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_15083.html
9. http://services.eng.uts.edu.au/cempe/subjects_JGZ/ems/ems_ch12_nt.pdf
mantap materinya tapi sumbernya ada yang gabisa diakses om
BalasHapus